Manfaat dan budidaya alpukat


Hallo sahabatku, INFO - BLOGGER CANGA'AN, Kita jumpa lagi Pada Artikel ini. Pada hari ini , saya telah siap membagikan artikel sederhana buat anda. Yang anda baca kali ini dengan judul Manfaat dan budidaya alpukat, Kami berharap isi postingan Artikel Obat herbal, ini bisa bermanfaat buat kita semua.

Baca juga


cid:image003.jpg@01D070E0.8A65B190

PEDOMAN BUDIDAYA ALPUKAT

1. Pembibitan

1) Persyaratan Bibit

Bibit yg baik antara lain yg berasal dari

a) Buah yg sudah cukup tua.

b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah.

c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya
persarian bersilang.

2) Penyiapan Bibit

Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif
(melalui biji) & vegetatif (penyambungan pucuk/enten & penyambungan
mata/okulasi).
Dari ketiga cara itu, bibit yg diperoleh dari biji kurang menguntungkan
karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) & ada kemungkinan buah yg dihasilkan
berbeda dgn induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat
berbuah (1-4 tahun) & buah yg didapatkannya mempunyai sifat yang sama dgn
induknya.

3) Teknik Penyemaian Bibit

a) Penyambungan pucuk (enten)

Pohon pokok yg digunakan untuk enten adalah tanaman yg sudah berumur 6-7
bulan/dapat juga yg sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yg
berasal dari buah yg telah tua & masak, tinggi 30 cm/kurang, & yg penting
jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya
digunakan ujung dahan yg masih muda & berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan
tersebut dipotong miring sesuai dgn celah yg ada pada pohon pokok sepanjang
lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dlm belahan di samping pohon
pokok yg diikat/dibalut. Bahan yg baik untuk mengikat adalah pita karet,
plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok
dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok.
Enten-enten yg telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, &
lembab. Setiap hari tanaman disiram, & untuk mencegah serangan penyakit
sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama tungau putih
sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dgn semprotan kelthane. Bibit
biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, &
pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan

b) Penyambungan mata (okulasi)

Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10
bulan. Sebagai mata yg akan diokulasikan diambil dari dahan yg sehat, dgn
umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yg paling baik untuk
menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya.
Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm & lebarnya 8 mm.
Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya & ditarik ke bawah lalu dipotong 6
cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dgn sedikit kayu dari cabang mata
(enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yg bermata
dimasukkan di antara kulit & kayu yg telah disayat pada pohon pokok &
ditutup lagi, dgn catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut
seluruhnya dgn pita plastik. Bila dlm 3-5 hari matanya masih hijau, berarti
penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik
dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya,
kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan
mata dapat lebih cepat. Setelah batang yg keluar dari mata mencapai tinggi 1
m, maka bagian pohon pokok yg dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi &
lukanya diratakan, kemudian ditutup dgn parafin yg telah dicairkan. Pohon
okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan &
pemindahan yg paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. dlm
perbanyakan vegetatif yg perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara
agar tetap tinggi (+ 80%) & suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu
tinggi (antara 15-25°C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan
lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yg berupa
sambungan perlu disiram secara rutin & dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan
bisa bersamaan dgn penyiraman, yaitu dgn melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke
dlm 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dgn dosis sesuai anjuran dlm
kemasan. Sedangkan pengendalian hama & penyakit dilakukan bila perlu saja.

2. Pengolahan Media Tanam

Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dgn baik; harus bersih dari
pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu
yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dlm atau ditraktor, lalu
dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim
kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim
hujan.

3. Teknik Penanaman

1) Pola Penanaman

Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara
varietas-varietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman
alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo
panjang yg memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas
alpukat di Indonesia, yaitu tipe A & tipe B. Varietas yg tergolong tipe
bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin,
butler, benuk, dickinson, puebla, taft, & hass. Sedangkan yg tergolong tipe
B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, &
queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena
itu, penanaman alpukat dlm suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yg
memiliki tipe bunga A & tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling
menyerbuki satu sama lain.

2) Pembuatan Lubang Tanam

* Tanah digali dgn ukuran panjang, lebar, & tinggi masing-masing 75
cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu.
* Tanah bagian atas & bawah dipisahkan.
* Lubang tanam ditutup kembali dgn posisi seperti semula. Tanah bagian
atas dicampur dulu dgn 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam
lubang.
* Lubang tanam yg telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan
mengingat letak lubang tanam.

3) Cara Penanaman

Waktu penanaman yg tepat adalah pada awal musim hujan & tanah yg ada dlm
lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yg perlu diperhatikan
adalah tanah yg ada dlm lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah
sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau
turun hujan.

Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:

* Lubang tanam yg telah ditutup, digali lagi dgn ukuran sebesar wadah
bibit.
* Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dgn menyayatnya agar
gumpalan tanah tetap utuh.
* Bibit beserta tanah yg masih menggumpal dimasukkan dlm lubang
setinggi leher batang, lalu ditimbun & diikatkan ke ajir.
* Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar
matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan
tersebut dibuat miring dgn bagian yg tinggi di sebelah timur. Peneduh ini
berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penyiangan

Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat
zat hara. Selain merupakan saingan dlm memperoleh makanan, gulma juga
merupakan tempat bersarangnya hama & penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman
dapat tumbuh dgn baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut)
secara rutin.

2) Penggemburan Tanah

Tanah yg setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat & udara di
dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa
menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu
digemburkan dgn hati-hati agar akar tidak putus.

3) Penyiraman

Bibit yg baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu
dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari,
dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi.

4) Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yg tumbuh terlalu rapat atau
ranting-ranting yg mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka
bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit & luka bekas pemangkasan
sebaiknya diberi fungisida/penutup luka.

5) Pemupukan

Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yg baik &
teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akar-akar
rambutnya, hanya sedikit & pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus
diberikan agak sering dgn dosis kecil. Jumlah pupuk yg diberikan tergantung
pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea
(45% N), TSP (50% P), & KCl (60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4
tahun) diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon,
0,5-1 kg/pohon & 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun
lebih) diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon,
3,2 kg/pohon, & 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dlm setahun.
Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka
sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dgn akar. Caranya dgn menanamkan
pupuk ke dlm lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat
di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman. - PEDOMAN BUDIDAYA ALPUKAT



HAMA & PENYAKIT TANAMAN ALPUKAT

1. Hama pada Daun

1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf)

Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih & dipenuhi
rambut putih. Kepala & ekor berwarna merah menyala.

Gejala: Daun-daun tidak utuh & terdapat bekas gigitan. Pada serangan yg
hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, & terlihat
kepompong bergelantungan.

Pengendalian: Menggunakan insektisida yg mengandung bahan aktif monokrotofos
atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dgn dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15
WSC dgn dosis 2-3 cc/liter.

2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.)

Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dgn warna coklat kemerahan
& segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15
cm & mempunyai duri yg berdaging. Pupa terdapat di dlm kepompong yg berwarna
coklat.

Gejala: Sama dgn gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak
bergelantungan melainkan terdapat di antara daun.

Pengendalian: Sama dgn pemberantasan ulat kipat.

3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas.

Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini
mengeluarkan embun madu yg biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun
menjadi hitam & semut berdatangan.

Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yg hebat tanaman akan
kerdil & terpilin.

Pengendalian: Disemprot dgn insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat,
misalnya Orthene 75 SP dgn dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter.

4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye,
tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh
dgn jumlah 14-18 pasang & yg terpanjang di bagian pantatnya.

Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat & kurus. Tunas muda, daun, batang,
tangkai bunga, tangkai buah, & buah yg terserang akan terlihat pucat,
tertutup massa berwarna putih, & lama kelamaan kering.

Pengendalian: Disemprot dgn insektisida yg mengandung bahan aktif formotion,
monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5
liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula.

5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd)

Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan
tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam,
kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm.

Gejala: Permukaan daun berbintik-bintik kuning yg kemudian akan berubah
menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman
benang yg halus. Serangan yg hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu &
rontok.

Pengendalian: Disemprot dgn akarisida Kelthan MF yg mengandung bahan aktif
dikofoldan, dgn dosis 0,6-1 liter/ha.

2. Hama pada Buah

1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.)

Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dgn bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada
berwarna coklat tua bercak kuning/putih & bagian perut coklat muda dengan
pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda &
kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm.

Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yg merupakan
tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dlm buah
berlubang & busuk karena dimakan larva.

Pengendalian: dgn umpan minyak citronella/umpan protein malation akan
mematikan lalat yg memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan
antara lain dgn Hostathion 40 EC yg berbahan aktif triazofos dosis 2
cc/liter & tindakan yg paling baik adalah memusnahkan semua buah yg
terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari & mati.

2) Codot (Cynopterus sp)

Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang
buah-buahan pada malam hari.

Gejala: Terdapat bagian buah yg berlubang bekas gigitan. Buah yg terserang
hanya yg telah tua, & bagian yg dimakan adalah daging buahnya saja.

Pengendalian: Menangkap codot menggunakan jala/menakut-nakutinya menggunakan
kincir angin yg diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara.

3. Hama pada Cabang/Ranting

1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus
Bldf).

Ciri: Kumbang yg lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua &
berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih & panjangnya 2 mm.

Gejala: Terdapat lubang yg menyerupai terowongan pada cabang atau ranting.
Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan
ke daun, kemudian daun menjadi layu & akhirnya cabang atau ranting tersebut
mati.

Pengendalian: Cabang/ranting yg terserang dipangkas & dibakar. Dapat juga
disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung
dlm Orthene 75 SP dgn dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter & Diazinon 60 EC
dosis 1-2 cc/liter.

4. Penyakit yg disebabkan Jamur

1) Antraknosa

Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. yg mempunyai
miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu & sporanya berwarna
jingga.

Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yg
terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman
yg terserang akan gugur.

Pengendalian: Pemangkasan ranting & cabang yg mati. Penelitian buah
dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dgn
fungisida yg berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini
diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dgn dosis 2-2,5 gram/liter.

2) Bercak daun atau bercak cokelat

Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dgn Pseudocercospora
purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap & menyukai tempat lembab.

Gejala: bercak cokelat muda dgn tepi cokelat tua di permukaan daun atau
buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik
kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yg dapat dimasuki
organisme lain.

Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yg mengandung benomyl,
dgn dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dgn mengoleskan bubur Bordeaux.

3) Busuk akar & kanker batang

Penyebab: Jamur Phytophthora yg hidup saprofit di tanah yg mengandung bahan
organik, menyukai tanah basah dgn drainase jelek.

Gejala: Bila tanaman yg terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi
terganggu, tunas mudanya jarang tumbuh. Akibat yg paling fatal adalah
kematian pohon. Bila batang tanaman yg terserang maka akan tampak perubahan
warna kulit pada pangkal batang.

Pengendalian: drainase perlu diperbaiki, jangan sampai ada air yg
menggenang/dengan membongkar tanaman yg terserang kemudian diganti dgn
tanaman yg baru.

4) Busuk buah

Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. Jamur ini menyerang apabila ada
luka pada permukaan buah.

Gejala: Bagian yg pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dgn tanda
adanya bercak cokelat yg tidak teratur, yg kemudian menjalar ke bagian buah.
Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil.

Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yg
berbahan aktif Zineb, dgn dosis 2-2,5 gram/liter. - HAMA & PENYAKIT TANAMAN
ALPUKAT



PANEN ALPUKAT

1. Ciri & Umur Panen

Ciri-ciri buah yg sudah tua tetapi belum masak adalah:

* warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah & tidak
mengkilap;
* bila buah diketuk dgn punggung kuku, menimbulkan bunyi yg nyaring;
* bila buah digoyang-goyang, akan terdengar goncangan biji.

Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri.
Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian, karena
buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. Untuk
memastikannya, perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. Bila buah-buah
contoh tersebut masak dgn baik, tandanya buah tersebut telah tua & siap
dipanen.



2. Cara Panen

Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual, yaitu dipetik
menggunakan tangan. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk
dipanjat, maka panen dapat dibantu dgn menggunakan alat/galah yg diberi
tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. Saat dipanen, buah harus
dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah
memar, luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah.

3. Periode Panen

Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan, & musim
berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember, Januari, & Februari. Di
Indonesia yg keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat, musim panen
dapat terjadi setiap bulan.

4. Prakiraan Produksi

Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yg tumbuh & berbuah baik dapat
mencapai 70-80 kg/pohon/tahun. Produksi rata-rata yg dapat diharapkan dari
setiap pohon berkisar 50 kg. - PANEN ALPUKAT



PASCAPANEN ALPUKAT

1. Pencucian

Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yg menempel
sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran. Cara pencucian tergantung
pada kotoran yg menempel..2. Penyortiran

Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani, dgn tujuan
memilih buah yg baik & memenuhi syarat, buah yg diharapkan adalah yg
memiliki ciri sebagai berikut:

1. Tidak cacat, kulit buah harus mulus tanpa bercak.
2. Cukup tua tapi belum matang.
3. Ukuran buah seragam. Biasanya dipakai standar dlm 1 kg terdiri dari
3 buah atau berbobot maksimal 400 g.
4. Bentuk buah seragam. Pesanan paling banyak adalah yg berbentuk
lonceng.

Buah yg banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah
alpukat yg dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat. Sedangkan untuk
memenuhi kebutuhan dlm negeri, semua syarat tadi tidak terlalu
diperhitungkan.



Manfaat Biji Alpukat
* Mengatasi penyakit magh
Siapkan biji alpukat secukupnya lalu cuci biji bersih, biji alpukat yang
telah bersih tadi lalu di parut. Rebus parutan biji Alpukat tadi dengan 100
cc air hingga mendidih. Setelah mendidih diamkan beberapa saat kemudian
saring airnya dari ampas parutan biji Alpukat. Minum air saringan tadi
sebanyak dua kali dalam sehari yaitu saat pagi dan sore secara rutin.

* Mengatasi penyakit diabetes mellitus
Siapkan biji alpukat secukupnya setelah itu panggang, jangan sampai gosong.
Lalu potong kecil-kecil biji Alpukat yang telah di panggang tadi. Kemudian
rebus biji alpukat dengan 2 gelas air, tunggu sampai biji alpukat berwarna
coklat. Lalu saringlah air rebusan tadi dan minumlah air yang telah di
saring tersebut secara rutin setiap hari.

* Mengobati sakit gigi berlubang
Siapkan biji alpukat secukupnya,hancurkan dan lumatkan biji alpukat tersebut
hingga halus sampai menjadi bubuk. Kemudian masukan bubuk biji alpukat
tersebut ke dalam gigi yang berlubang. Diamkan beberapa saat, lalu kumur
dengan air hingga bersih.

* Mengobati penyakit bengkak akibat peradangan
Siapkan biji alpukat sesuai kebutuhan, hancurkan biji alpukat tersebut
hingga halus sampai menjadi bubuk. Lalu tambahkan sedikit air sampai menjadi
adonan seperi bubur. Kemudian balurkan pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan
secara rutin hingga kondisi badan mulai membaik



Manfaat Daun Alpukat
* Mengatasi sakit pinggang
Siapkan 5 helai daun Alpukat, cuci hingga bersih. Rebus daun alpukat tadi
dengan 2 gelas air hingga air tersebut nantinya tersisa 1 gelas. Setelah itu
saring airnya dan embunkan selama satu malam. Kemudian minumlah air tersebut
secara rutin setiap hari selama satu minggu.

* Mengatasi tekanan darah tinggi
Siapkan 3 helai daun alpukat, cuci hingga bersih . rebus daun Alpukat tadi
dengan segelas air hingga mendidih. Setelah mendidih angkat lalu diamkan
hingga dingin. Setelah itu saringlah airnya dan minumlah satu kali sehari

* Mengatasi penyakit asma
Siapkan daun Alpukat sebanyak 7 lembar cuci hingga bersih, 3 gelas air, dan
1 sdm garam. Rebus semua daun alpukat tadi dengan 3 gelas air, kemudian beri
1 sdm garam. Tunggu sampai air rebusan tersebut tersisa separuhnya atau 1,5
gelas. Diamkan air rebusan tadi beberapa saat kemudian saring dan minum air
tersebut sebelum tidur.

* Mengatasi pegal linu
Siapkan daaun alpukat sebanyak 9 helai, sedikit kunyit yang telah dirajang
serong, daun ciplukan, 3 gelas air, gula aren dan garam secukupnya. Rebuslah
semua bahan tersebut dengan 3 gelas air hingga rebusan tersisa setengahnya
atau 1,5 gelas. Kemudian saringlah air rebusan tadi dan minumlah secara
rutin sesaat sebelum tidur malam harinya.

* Mengatasi sakit perut dan disentri
Siapkan daun alpukat sebanyak 5gr, rimpang kunyit sebanyak 6 gr, akar temu
kelinci sebanyak 5 gr, daun pegagan segar sebanyak 6 gr dan air panas
sekitar 115 ml. Seduh semua bahan pada air panas yang telah disediakan,
diamkan beberapa saat. Setelah itu saringlah airnya dan minum sertiap hari
sekali.
Jadi sebaiknya anda tidak hanya memanfaatkan buah alpukatnya saja. Sebab
manfaat dari daun dan biji Alpukat juga tidak kalah penting bagi kesehatan
tubuh kita seperti misalnya mengatasi penyakit-penyakit seperti diatas.
Mungkin rasanya akan sedikit agak pahit daripada buahnya. Namun cobalah
manfaatkan daun dan biji Alpukat sebagai penunjang kesehatan anda.
Selain menyediakan bibit yang siap tanam kami juga menyediakan biji Alpukat
yang siap dijadikan sebagai bahan obat herbal. Untuk pemesanan Anda bisa
hubungi kontak kami yang tersedia.




Referensi:


·
http://budidaya-desa.blogspot.com/2014/08/cara-budidaya-tanaman-alpukat-leng
kap.html



·
http://www.mitrabibit.com/2014/07/manfaat-biji-dan-daun-alpukat-untuk.html

Itulah tadi Artikel Manfaat dan budidaya alpukat
telah saya bagikan buat anda di hari ini, Semoga artikel Manfaat dan budidaya alpukat yang saya bagikan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat buat anda semua. Oke, sampai disini dulu yaaaah....Lain kali jumpa di postingan artikel berikutnya.

Oh ya , sebelum anda meninggalkan halaman ini mungkin beberapa artikel DIbawah ini juga menarik untuk anda baca:

Terimakasih anda telah membaca artikel Manfaat dan budidaya alpukat. jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, saya akan sangat berterima kasih jika anda berkenan membagikan artikel ini ke media sosial dan Rekan atau keluarga dekat anda dengan alamat : https://www.juhadi.my.id/2015/04/manfaat-dan-budidaya-alpukat.html, atau klik pada Tombol Share di akhir artikel ini. Terima kasih.

SHARE THIS
Previous Post
Next Post
10 January, 2016

trima kasih atas kunjungannya. tetapi kalau mau beriklan sebaiknya beri kami sedikit artikel tentang produk yang ingi anda iklankan ;

contoh :

=============================================================

Cara Budidaya Durian Unggul


Cara Budidaya Durian Unggul

Persiapan
Sebelum menanam durian, tentu saja anda harus mempersiapkan lahan, pengukuran PH tanah, analisa tanah, penetapan waktu atau jadwal tanam, pengairan, penetapan luas area tanam, pengaturan volume produksi, penyiapan bibit, biaya dan lain sebagainya

Pembukaan Lahan

Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanman bibit berlangsung. Batu batu besar, alang alang, batang pohon bekas tebangan dan lain sebagainya harus dibersihkan. Tujuannya tentu saja supaya lahan yang dipakai nanti tidak terganggu dan bibit durian bawor, montong, musang king, menoreh dan seterusnya yang anda tanam nanti berkembang dengan maksimal.

Pembentukan bedengan

Tanah utnuk bedengan pembesaran bibit tanaman durian harus dicangkul dahulu sedalam 30 cm hingga gembur, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2m diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampyr merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan atau Basamid untuk mencegah serangan jamur atau bakteri pembusuk jamur.

Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran untuk penampung air. Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh dengan akarnya tadi segera ditanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing masing.

Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

Pengapuran

Keadaan tanah yang kurang subur misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan latosol yang cenderung memiliki pH 5-6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu dapat diatasi dengan sistem pengapuran (dolomit). Pengapuran dapat dilakukn menjelang musim kemarau dengan kapur pertanian yang berkadar CaCO3 sampai 90 persen.
Dua sampai empat minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu dan disiram 4-5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsur MG dalam tanah sebaiknya dua minggu setelah pengapuran segera ditambahi dolomit supaya lebih maksimal.


Anda berminat budidaya durian? kami sedia bibit durian unggul meliputi bibit durian bawor, bibit durian montong, bibit durian menoreh, bibit durian musang king dan lain sebagainya. HUb 08562978531.
bibit durian montong


Reply
avatar